Baubau Masuk Anugerah Penilaian ABBWI 2023

Penilaian Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia (ABBWI) 2023, Kota Baubau mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk dalam anugerah penilaian. Bahkan, sudah mendapatkan peninjauan dari  tim reviewer Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) ke Baubau pada Selasa (28/11.2023).


Kadis Pariwisata Kota Baubau H Moh Idrus Taufik Saidi, S,Kom, M.Si saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (29/11/2023) membenarkan bila Kota Baubau dari sekian banyak Provinsi di Indonesia ini, Sultra merupakan Provinsi yang menjadi pilihan dan  dari 17 Kabupaten/Kota,  Kota Baubau masuk dalam pilihan untuk mewakili Sulawesi Tenggara dalam ajang Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia (ABBWI) 2023.


Menurut Idrus, salah satu ukuran layak dipengaruhi oleh jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Tenggara hingga September 2023 sudah mencapai 139,8% melewati target kunjungan wisatawan secara nasional dimana target 6,6 jutaan kunjungan, Sultra berhasil mencapai 9,2 juta orang wisatawan berdasarkan data BPS dengan menghitung pergerakan rute perjalanan para wisatawan.


 Sedangkan jumlah kunjungan untuk Kota Baubau mencapai 500 ribu orang. 

"Sangat beragam soal kunjungan itu selain mudik mereka juga berwisata. Memanfaatkan undangan atau paguyuban masyarakat Baubau yang berdiaspora diluar Sulawesi Tenggara ini pulang untuk melaksanakan seperti ritual, halal bihalal, silaturahim per 2 tahun ada juga yang per 4 tahun seperti di Kecamatan sorawolio. Mungkin inilah yang menjadi akumulasi bahwa mereka membawa uang untuk perhelatan kegiatannya mereka tapi plus juga mengeluarkan duit buat masyarakat akhirnya peningkatan ekonomi juga bakal terjadi,"ujarnya.


Ditambahkan, kedatangan tim reviewer ini Kemenko Marves dikarenakan Sulawesi Tenggara menjadi  sampel yang didorong untuk menjadi penilaian serta lokusnya di Baubau dan Buton Selatan. 


Untuk Baubau pilihan yang akan diinilai adalah Benteng Keraton dan segenap pentahelixnya juga akan dinilai. Beberapa kunjungan itu antara lain tour di dalam benteng, melihat homestay, berdialog dengan para pemandu wisata termasuk kelompok sadar wisata dan juga kelompok pemerhati yang selalu menjaga kebersihan Trashhero ikut karena itu bagian dari pentahelix pariwisata kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kroscek langsung ke lapangan.


“Yang dinilai kemarin itu antara lain kolaborasi Pemerintah bersama industri pendukung pariwisata lokal, kemudian seperti apa sih destinasi pariwisata berkualitas. Ada juga hubungannya dengan pentahelixnya itu diukur dengan kepuasan masyarakat lokal yang tinggal disekitaran destinasi pariwisata tersebut. Itulah 3 unsur yang menjadi penilaian yang sejak awal memang sudah diinformasikan melalui zoom meeting yang dilakukan pada tanggal 23 November 2023,”katanya